Tema

Alam yang Murni

Mengungkap Sisi-sisi Alami Wakayama.

Wisata Ki-no-Matsushima

Ke Bawah

Pesisir Shirasaki

Pesisir Shirasaki (Shirasaki Kaigan) terkenal karena formasi bebatuan kapur putihnya yang mengagumkan. Area yang dilindungi ini dapat dinikmati dari atas dan bawah air, dan sepanjang perjalanan dengan pesiar, Shirasaki Kaiyo Koen juga menawarkan aktivitas menyelam dan snorkeling.

Pesisir Shirasaki

Pesisir Shirasaki

Pesisir Shirasaki (Shirasaki Kaigan) terkenal karena formasi bebatuan kapur putihnya yang mengagumkan. Area yang dilindungi ini dapat dinikmati dari atas dan bawah air, dan sepanjang perjalanan dengan pesiar, Shirasaki Kaiyo Koen juga menawarkan aktivitas menyelam dan snorkeling.

Kaki Langit Koya-ryujin

Dari puncak Gunung Gomandanzan, resapi pemandangan yang mengaggumkan serta inspiratif yang terbentang dari Koyasan sampai ke Ryujin, surga bagi pemandian air panas. Jalur pegunungan yang indah ini terutama sangat mempesona saat Musim Gugur, saat di mana dedaunan berganti warna. Area ini kadang berubah menjadi negeri-ajaib bernuansa musim dingin saat embun beku menyelimuti pepohonannya.

Koya-Ryujin Skyline

Kaki Langit Koya-ryujin

Dari puncak Gunung Gomandanzan, resapi pemandangan yang mengaggumkan serta inspiratif yang terbentang dari Koyasan sampai ke Ryujin, surga bagi pemandian air panas. Jalur pegunungan yang indah ini terutama sangat mempesona saat Musim Gugur, saat di mana dedaunan berganti warna. Area ini kadang berubah menjadi negeri-ajaib bernuansa musim dingin saat embun beku menyelimuti pepohonannya.

Anak Pulau Engetsuto

Gapura alami yang terbentuk seiring berjalannya waktu karena terhempas gelombang lautan, Anak Pulau Engetsuto adalah contoh terbaik dari arsitektur alam. Nama dalam bahasa Jepangnya, Engetsuto, merujuk pada bentuknya yang menyerupai bulan purnama. Pada bulan-bulan Musim Dingin dan Musim Semi, tempat yang menjadi ikon Shirahama ini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam saat ia mulai menghilang di balik cakrawala.

Pulau Engetsuto

Anak Pulau Engetsuto

Gapura alami yang terbentuk seiring berjalannya waktu karena terhempas gelombang lautan, Anak Pulau Engetsuto adalah contoh terbaik dari arsitektur alam. Nama dalam bahasa Jepangnya, Engetsuto, merujuk pada bentuknya yang menyerupai bulan purnama. Pada bulan-bulan Musim Dingin dan Musim Semi, tempat yang menjadi ikon Shirahama ini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam saat ia mulai menghilang di balik cakrawala.

Gua Sandanbeki

Ombak yang liar, mengesankan menghantam bagian muka tebing Sandanbeki. Dengan kejatuhan setidak-tidaknya dari jarak 50 meter, sungguh adalah pemandangan yang menegangkan untuk dilihat saat Laut Pasifik menghantam pesisir bagian timur Wakayama ini. Untuk petualangan yang lebih lagi, naiki elevator ke bawah hingga sampai pada gua-gua bawah tanahnya, di mana Anda juga dapat melihat formasi-formasi bebatuan dari jarak dekat, dan mungkin saja mendapati lubang semburan yang sedang beraksi.

Sandanbeki/Gua Sandanbeki

Gua Sandanbeki

Ombak yang liar, mengesankan menghantam bagian muka tebing Sandanbeki. Dengan kejatuhan setidak-tidaknya dari jarak 50 meter, sungguh adalah pemandangan yang menegangkan untuk dilihat saat Laut Pasifik menghantam pesisir bagian timur Wakayama ini. Untuk petualangan yang lebih lagi, naiki elevator ke bawah hingga sampai pada gua-gua bawah tanahnya, di mana Anda juga dapat melihat formasi-formasi bebatuan dari jarak dekat, dan mungkin saja mendapati lubang semburan yang sedang beraksi.

Tanjung Koibito-misaki

Titik pencarian di Tebing Koibito-misaki memberikan sebuah fenomena yang tidak biasa: ombak-ombak datang dari arah yang berlawanan dan lalu menjadi satu. Didera oleh angin dan air pasang, pemandangan ini selalu berubah-ubah. Diterjemahkan ke dalam namanya yang memiliki arti "titik para pecinta" -- sebuah kiasan puitis yang menggambarkan sifat alami cinta yang terus berubah pula.

Tanjung Koibito-misaki

Titik pencarian di Tebing Koibito-misaki memberikan sebuah fenomena yang tidak biasa: ombak-ombak datang dari arah yang berlawanan dan lalu menjadi satu. Didera oleh angin dan air pasang, pemandangan ini selalu berubah-ubah. Diterjemahkan ke dalam namanya yang memiliki arti "titik para pecinta" -- sebuah kiasan puitis yang menggambarkan sifat alami cinta yang terus berubah pula.

Bebatuan Hashigui-iwa

Kota Kushimoto adalah rumah dari Hashikui-iwa, bebatuan yang menyerupai jembatan berkarang. Legenda menceritakan bahwa keempatpuluh-sekian bebatuan aneh yang terentang setinggi 850 meter ini "dibangun" oleh Kobo Daishi, biksu Buddhis Shingon dan yang juga adalah penemu Koyasan lebih dari 1.200 tahun yang lalu. Menyaksikan timbulnya matahari di situs budaya nasional ini menjadikan kunjungan ke tempat berpemandangan indah ini setara dengan usaha yang dikeluarkan.

Bebatuan Hashigui-iwa

Bebatuan Hashigui-iwa

Kota Kushimoto adalah rumah dari Hashikui-iwa, bebatuan yang menyerupai jembatan berkarang. Legenda menceritakan bahwa keempatpuluh-sekian bebatuan aneh yang terentang setinggi 850 meter ini "dibangun" oleh Kobo Daishi, biksu Buddhis Shingon dan yang juga adalah penemu Koyasan lebih dari 1.200 tahun yang lalu. Menyaksikan timbulnya matahari di situs budaya nasional ini menjadikan kunjungan ke tempat berpemandangan indah ini setara dengan usaha yang dikeluarkan.

Air Terjun Nachi

Air Terjun Nachi (Nachi no Otaki) dengan ketinggian 113 meter adalah air terjun kecil tertinggi di Jepang. Air terjun ini dihormati karena dipercaya sebagai perwujudan dari dewa agama Shinto. Tempat-tempat suci seperti ini, ditandai dengan shide - gantungan dari kertas yang berbentuk kilat. Dua tempat terbaik untuk menikmati pemandangan adalah dari Kuil Hiro-jinja yang terdapat di dasar air terjun, dan dari kejauhan di Kuil Nachisan Seiganto-ji.

Air Terjun Nachi

Air Terjun Nachi

Air Terjun Nachi (Nachi no Otaki) dengan ketinggian 113 meter adalah air terjun kecil tertinggi di Jepang. Air terjun ini dihormati karena dipercaya sebagai perwujudan dari dewa agama Shinto. Tempat-tempat suci seperti ini, ditandai dengan shide - gantungan dari kertas yang berbentuk kilat. Dua tempat terbaik untuk menikmati pemandangan adalah dari Kuil Hiro-jinja yang terdapat di dasar air terjun, dan dari kejauhan di Kuil Nachisan Seiganto-ji.

Hutan Tua Nachi

Hutan Hujan (tropis) Taiheiyo (Hutan Hujan Pasifik) adalah tempat asal dari salah satu hutan tertua di Jepang. Terletak di area terpencil di Taman Nasional Kumano, dan yang adalah rumah bagi Kuil Utama Kumano Nachi Taisha, area mistis ini dipenuhi dengan pepohoan berdaun lebar, tempat ini telah menjadi tempat pemujaan aestetik selama berabad-abad untuk menghormati fenomena-fenomena alam seperti pegunungan, air terjun, pepohonan dan keajaiban alam lainnya.

Hutan Tua Nachi

Hutan Hujan (tropis) Taiheiyo (Hutan Hujan Pasifik) adalah tempat asal dari salah satu hutan tertua di Jepang. Terletak di area terpencil di Taman Nasional Kumano, dan yang adalah rumah bagi Kuil Utama Kumano Nachi Taisha, area mistis ini dipenuhi dengan pepohoan berdaun lebar, tempat ini telah menjadi tempat pemujaan aestetik selama berabad-abad untuk menghormati fenomena-fenomena alam seperti pegunungan, air terjun, pepohonan dan keajaiban alam lainnya.

Jurang Doro-kyo

Jurang Doro-kyo yang indah ini dikenal akan tebing-tebingnya yang vertikal, formasi-formasi bebatuannya yang aneh, dan kolam-kolam airnya yang dalam. Berlokasi di Sungai Kitayama-gawa, pemandangan sepanjang jurang ini terutama sangat mengagumkan kala Musim Semi dan Musim Gugur, dan dapat dinikmati dengan nyaman dari hovercraft.

Perahu Tamasya Lembah Doro-kyo

Jurang Doro-kyo

Jurang Doro-kyo yang indah ini dikenal akan tebing-tebingnya yang vertikal, formasi-formasi bebatuannya yang aneh, dan kolam-kolam airnya yang dalam. Berlokasi di Sungai Kitayama-gawa, pemandangan sepanjang jurang ini terutama sangat mengagumkan kala Musim Semi dan Musim Gugur, dan dapat dinikmati dengan nyaman dari hovercraft.

Ki-no-Matsushima

Kumpulan dari 130 pulau kecil ini membentuk Ki-no-Matsushima di Teluk Katsuura, adalah satu lagi contoh dari fitur-fitur geologis yang mengagumkan di Wakayama. Nikmati perjalanan dengan berlayar yang indah selama 40 menit, dan dapatkan sudut pandang yang berbeda tentang apa yang membuat tempat ini menjadi unik.

Wisata Ki-no-Matsushima

Ki-no-Matsushima

Kumpulan dari 130 pulau kecil ini membentuk Ki-no-Matsushima di Teluk Katsuura, adalah satu lagi contoh dari fitur-fitur geologis yang mengagumkan di Wakayama. Nikmati perjalanan dengan berlayar yang indah selama 40 menit, dan dapatkan sudut pandang yang berbeda tentang apa yang membuat tempat ini menjadi unik.

Daimon-zaka

Di perjalanan menuju ke Air Terjun Nachi, bersiaplah untuk memasuki dunia yang dipenuhi dengan pohon aras berusia 800 tahun yang berjajar di sepanjang jalur bebatuan bulat yang dinamai Daimon-zaka. Jika Anda perlu beristirahat, mengapa tidak kembali ke masa lalu dengan mencoba kostum dari Periode Heian sebagai peringatan akan para peziarah pertama -- anggota dari kerajaan Heian sekitar 1.000 tahun lalu.

Daimon-zaka

Di perjalanan menuju ke Air Terjun Nachi, bersiaplah untuk memasuki dunia yang dipenuhi dengan pohon aras berusia 800 tahun yang berjajar di sepanjang jalur bebatuan bulat yang dinamai Daimon-zaka. Jika Anda perlu beristirahat, mengapa tidak kembali ke masa lalu dengan mencoba kostum dari Periode Heian sebagai peringatan akan para peziarah pertama -- anggota dari kerajaan Heian sekitar 1.000 tahun lalu.

Pelayanan Perjalanan