Agenda

Bak Para Kaisar-Hidangan Lengkap Nakahechi

Tantangan fisik, Desa Pegunungan, Lereng-Lereng Terjal, Perjumpaan-Perjumpaan Spiritual, Sungguh-Sungguh Pemandangan Yang Indah

Ke Bawah

 Meski perjalanan selama lima hari ini sungguh menantang fisik, menggenapi tahap Nakahechi dari Rute Peziarahan--yang juga dikenal dengan sebutan Rute Kekaisaran--merupakan ziarah modern terdekat yang bisa sampai pada keadaan pencerahan penuh. Ambil kendali jalur-jalur berbatu yang tidak rata, bukit-bukit pegunungan yang berkelok-kelok, dan jalur-jalur curam nan landai yang menguras stamina agar kelak dapat dibayar dengan berendam santai di pemandian air panas, memandangi pemandangan yang indah, dan bercengkerama dengan para peziarah lain, warga setempat yang ramah, dan bahkan dengan para dewa langsung.

Tantangan fisik

Realistislah dengan kemampuan fisik Anda

Berjalan selama lima hari tidak boleh dianggap sepele. Lakukan persiapan secara menyuluruh dan jujurlah terhadap diri Anda sendiri tentang kemampuan fisik Anda.

Dogiri-zaka

Desa Pegunungan

Pemukiman sederhana terletak di pegunungan

Takahara--juga dikenal sebagai Desa Berselimut Kabut--Desa Chikatsuyu yang kuno, dan Koguchi, terletak jauh di dalam lembah, adalah beberapa dari banyak titik perhentian Anda di sepanjang perjalanan.

Takahara

Lereng-Lereng Terjal

Mendaki jalan berbatu dan tangga-tangga batu

Ambillah beberapa tanjakan tersulit dari Rute Nakahechi termasuk di antaranya Lereng Dogiri-zaka yang "Mengiris Tubuh" dan pendakian ke pemukiman orang-orang mati.

Moja-no-Deai area

Perjumpaan-Perjumpaan Spiritual

Pertemuan metafisik dengan dewa-dewi dan roh-roh

Sambut mereka yang telah meninggal dunia di Moja-no-Deai—suatu area di mana roh-roh berkumpul—dan mampir ke pesta teh para dewa di Batu Waroda-ishi.

Moja-no-Deai area

Sungguh-Sungguh Pemandangan Yang Indah

Panorama yang membentang dari jalur-jalur pegunungan

Hadiah bagi Anda yang telah mendaki dan meniti lereng-lereng terjal adalah panorama dari kecantikan alami di sekitar Anda—dari titik pandang Hyakken-gura dan dari puncak Jalur Funami-toge.

Hyakken-gura

Kiat Bermanfaat & Hal Untuk Diketahui

JAL Japan Explorer Pass

Nikmati perjalanan udara menuju bandara Nanki-Shirahama untuk mulai menjelajahi Wakayama. Japan Airlines menawarkan tiket perjalanan domestik dengan harga terjangkau melalui JAL Japan Explorer Pass. Situs web Berbahasa Inggris yang mudah digunakan ini membuat pemesanan tiket pesawat jadi sangat mudah.

Bandara Nanki-Shirahama

Tersedia tiga penerbangan langsung dalam satu hari dari Bandara Haneda Tokyo ke Bandara Nanki-Shirahama di Wakayama. Penerbangan bisa dipesan dengan mudah dan terbang ke sana adalah pilihan yang hemat waktu serta biaya.

Naiklah bus dari Stasiun Kii-Tanabe menuju titik mulai Takijiri-- titik dimulainya perjalanan Anda. Perjalanan dengan bus ini akan memakan waktu sekitar 40 menit. Santaplah makan siang lebih awal untuk menambah tenaga sebelum naik bus karena tidak ada tempat perhentian untuk makan setelah Anda menjejakkan kaki di jalur-jalur bebatuan ini. Usahakan untuk sampai di Takijiri di siang hari. Saat Anda turun dari bus, kunjungi pusat informasi untuk mencari tahu tentang sejarah dari rute-rute peziarahan kuno ini.

1 Takijiri-oji

Takijiri-oji menandai awal perjalanan Anda menelusuri pegunungan keramat. Jalur sepanjang tiga kilometer menuju Takahara ini dilengkapi dengan penunjuk jalan berbahasa Jepang dan Inggris, meski demikian, berhati-hatilah karena jalurnya berbatu dan sangat curam. Bahkan untuk para pendaki berpengalaman sekalipun, jalur ini cukup sulit.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

2 Takahara

Tanjakan sepanjang tiga kilometer di jalur Kumano Kodo ini mengantarkan Anda ke puncak bukit kecil di pemukiman Takahara. Sebuah perhentian yang menyambut para peziarah, area ini menawarkan pemandangan indah ke gunung-gunung di sekelilingnya dan juga dikenal dengan sebutan Desa Di Tengah Kabut karena area ini sering diselimuti kabut yang membuatnya menjadi lautan awan di lembah bawah.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

3 Bermalam di Takahara

Lampu berkelap-kelip di Kirinosato Takahara Lodge menandakan akhir dari hari pertama Anda dan kesempatan untuk bersantai dan beristirahat dengan berendam di air panas dan bir dingin (minuman lain juga tersedia). Ikuti panorama jalan gunung berhutan yang Anda susuri siang harinya. Juga dikenal sebagai Hotel Organik, makanan yang disajikan di sini bersumber dari petani lokal, memberikan Anda makan malam dan sarapan sarat gizi.

Setelah sarapan, kembalilah menuju ke hutan dan lanjutkan perjalanan Anda di jalur pegunungan menuju Patung Gyuba-doji. Jalurnya menanjak dan menurun yang membawa Anda melewati sisa-sisa rumah teh kuno dan waktu istirahat di hutan yang menyuguhkan pemandangan luar biasa dari pegunungan sekitar. Michi-no-eki--tempat peristirahatan pinggir jalan—terletak di dekat akhir tahap perjalanan anda yang menyajikan kesempatan untuk istirahat makan siang.

4 Patung Gyuba-doji

Dengan sedikit tanjakan dari Michi-no-Eki, Anda akan menemukan sekumpulan patung. Di sini, Anda dapat memberi hormat kepada salah satu kaisar pertama yang menjalani peziarahan kerajaan, Kaisar Kazan (968-1008).

Lihat di Peta
Lihat di Peta
15 min 〜

5 Desa Chikatsuyu

Mulai dari sini, Anda akan berjalan ke bawah seraya menuruni Desa Chikatsuyu yang menawan. Berhati-hatilah, jalannya bisa menjadi sangat licin saat udara basah. Minumlah kopi atau rendamlah kaki di air panas serta belilah camilan dan cinderamata. Jika masih ada waktu, mampirlah ke Museum Seni Kumano Kodo Nakahechi.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
1 h 10 min 〜

6 Tsugizakura-oji

Ikuti jalan raya tua sepanjang desa ke arah hutan belukar kuil Tsugizakura-oji. Pohon-pohon kayu aras raksasa yang berumur lebih dari 800 tahun menjulang di atas anak kuil ini. Terdapat rumah teh Toganoki-jaya yang beratapkan jerami yang terletak di dekatnya.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
5 min 〜

7 Mata Air Nonaka-no-Shimizu

Menggelegak secara pelan di samping kuil itu adalah Nonaka-no-Shimizu--sebuah mata air alami dengan air yang amat murni hingga bisa langsung diminum. Lepaskan dahaga Anda di sini sebelum pulang menuju tempat Anda bermalam.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

8 Penginapan Ryokan

Terdapat beberapa pilihan untuk bermalam di area Chikatsuyu/Tsugizakura. Ada sekitar sepuluh wisma dan pondok yang nyaman yang menawarkan ruang dan kamar asrama, dan sering kali bangunannya terbuat dari kayu yang telah direnovasi dengan fasilitas modern. Beberapa wisma memiliki sepeda yang dapat digunakan para tamu, dan taman-taman untuk bersantai. Jumlah kamar dan pelayanan yang tersedia tergantung masing-masing tempat, maka carilah dengan teliti agar menemukan yang paling cocok untuk Anda.

9 Kobiro-toge

Lanjutkan perjalanan Anda menuju Hongu Taisha dengan mengikuti jalan dari Kobiro-toge yang menuju ke jalan raya tua. Jalan setapak ini melalui hutan dengan alurnya yang menurun dan menanjak. Bawalah bekal makan siang karena tidak ada restoran di sepanjang jalan.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
2 h 30 min 〜

10 Mikoshi-toge Ke Hosshinmon-oji

Ketika Anda mencapai area Mikoshi-toge--lintasan-lintasan besar terakhir di bagian jalur ini--berhentilah untuk makan siang. Anjungan dari kayu yang akan Anda temui di sana adalah sebuah bangunan kayu sederhana yang terbuka bagi para peziarah yang mencari tempat bersandar dan beristirahat sejenak.

1 h 20 min 〜

11 Hosshinmon-oji

Dari sini, jalurnya menurun ke arah salah satu tempat terpenting di Rute Peziarahan Kumano Kodo. Kuil Hosshinmon-oji menandai pintu terluar menuju tanah surgawi dari kuil agung Kumano Hongu Taisha.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
1 h 〜

12 Fushiogami-oji

Saat Anda sampai di Kuil Fushiogami-oji, pandangan pertama Anda akan tertuju ke kuil agung itu dan keenam anak kuil oji-shrine di sana.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
20 min 〜

13 Sangen-jaya

 Saat Anda sampai di Sangen-jaya, itu berarti Anda telah berhasil mencapai persimpangan jalan sebuah hutan tua, dimana Anda dapat menemui sisa-sisa rumah teh tua dan batu penunjuk jalan dari zaman Edo (1603-1868) yang menunjukkan Anda ke arah komplek kuil Buddhisme Koyasan dan Kimiidera--dekat dari Kota Wakayama.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
40 min 〜

14 Hongu Taisha

 Sebuah tangga yang curam adalah rintangan terakhir Anda sebelum sampai di tanah spiritual Hongu Taisha. Ketika pandangan Anda jatuh ke atap-atap dari kulit pohon cemara di tanah sekitar kuil, itu berarti Anda telah mencapai akhir perjalanan Anda dan telah merengkuh tingkat spiritual yang lebih dalam.

15 Bermalam Di Hongu

Terdapat sekumpulan hotel kecil, wisma, dan penginapan lain di dekat dan di sekitar Kumano Hongu Taisha. Juga mungkin untuk Anda naik bus ke area onsen di Yunomine, Kawayu, dan Wataze dari halte bus Hongu Taisha-mae di dekat situ. Pastikan bahwa Anda sudah memeriksa jawdal bus dengan cermat karena bus terakhir biasanya datang lebih awal--sekitar pukul 16.30.

Setelah sarapan, Anda bisa menaiki bus dalam kota yang sama yang telah membawa Anda ke tujuan onsen Anda dan tempuhlah perjalanan selama 15-20 menit sampai ke Halte Bus Ukegawa. Pos awal pendakian dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki singkat ke arah selatan dari halte bus. Anda bisa membeli minuman dan camilan dari toko (tutup setiap Rabu) sebelum memulai pendakian Anda. Bagian pertama adalah pendakian bertahap melalui hutan-hutan pohon aras dan pohon sipres yang membawa Anda meniti sepanjang punggung gunung.

20 min 〜

16 Hyakken-gura

Sekitar lima kilometer mendaki, Anda akan sampai di titik penentu Hyakken-gura. Anda akan mendapati tiba-tiba hutan terputus dan memasuki bukaan di mana panorama yang menakjubkan dari Pegunungan Kumano di sekitar akan menyapa Anda.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
1 h 30 min 〜

17 Sisa-Sisa Peninggalan Rumah Teh Sakura-jaya

Begitu Anda telah mengatur napas Anda, lanjutkanlah perjalanan Anda melalui jalan setapak yang mendaki dan menurun, menuju ke sisa-sisa peninggalan Rumah Teh Sakura-jaya. Pemandangan yang ditawarkan di sini lebih mengesankan, sungguh sayang rumah teh tersebut tidak ada lagi. Meskipun demikian, terdapat tempat berteduh terbuat dari kayu di mana Anda dapat mengistirahatkan kaki Anda sejenak.

Lihat di Peta
Lihat di Peta
1 h 20 min 〜

18 Ke Dalam Lembah

Mulai dari sini adalah perjalanan menuruni lereng, sebab jalur perjalanan menukik ke lembah di bawah. Sementara Anda mendekati dasar lembah, Anda akan berjalan pada sederetan batu yang membentuk jalan setapak. Berhati-hatilah bila cuaca hujan sebab jalur ini akan menjadi sangat licin.

19 Bermalam di Koguchi

Saat Anda tiba di dasar lereng, Anda berada tidak jauh dari desa kecil Koguchi—tempat Anda untuk beristirahat dan bermalam. Ada beberapa pondok, wisma dan fasilitas onsen di Koguchi—termasuk sebuah sekolah menengah pertama yang telah diperbaiki—di mana Anda bisa mengambil manfaat dari makanan yang bergizi, lingkungan sekitar yang damai serta keramahtamahan yang hangat. Sungai Akagigawa yang mengalir sepanjang Desa Koguchi merupakan tempat yang tepat untuk berenang di musim panas, jadi bawalah baju renang Anda.

20 Batu Waroda-ishi

Beberapa titik akomodasi Koguchi menawarkan kotak makan siang bento untuk Anda bawa saat Anda berangkat. Terimalah tawaran ini, karena tidak ada tempat bagi Anda untuk makan siang di bagian rute yang sulit ini. Pastikanlah untuk mengisi perut Anda dengan sarapan, lalu berjalanlah menuju Batu Waroda-ishi—sebuah tempat di mana dewa-dewi Kumano bertemu dan mengobrol sambil minum secangkir teh.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

21 Dogiri-zaka

Simpanlah tenaga Anda untuk mendaki Dogiri-zaka. Ini adalah pendakian yang panjang dan terjal, sebagaimana julukan yang diberikan kepadanya, "Lereng yang Mengiris Tubuh". Lakukan perjalanan dengan pelan tapi pasti dan berhentilah untuk beristirahat jika Anda memerlukannya.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

22 Sisa-Sisa Peninggalan Rumah Teh Jizo-jaya

Saat Anda berhasil mendaki Dogiri-zaka, Anda akan menemukan diri Anda di puncak Jalur Echizen-toge. Jalan setapak yang Anda lewati akan membawa Anda turun dan menukik sampai ke sisa-sisa peninggalan Rumah Teh Jizo-jaya. Di sini Anda akan menemukan tempat berteduh yang menudungi patung-patung Jizo—patung-patung kecil yang dipercaya menjadi pelindung anak-anak dan bayi-bayi yang tak-dilahirkan. Di sini juga terdapat toilet dan sebuah mesin jual otomatis.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

23 Moja-no-Deai

Menuju ke selatan, Anda akan sampai di lereng terjal yang lain, yang mengarah ke Moja-no-Deai—pemukiman orang-orang mati. Legenda setempat mengisahkan bahwa jiwa-jiwa dari orang mati melayang naik hingga ketinggian ini lalu menghuni area tersebut.

24 Jalur Funami-toge

Dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di bawah kanopi pepohonan yang menjulang tinggi, Anda akan gembira ketika mencapai Jalur Funami-toge di mana Anda disuguhi dengan luasnya pemandangan Samudera Pasifik, serta pegunungan Kumano yang bergerigi dan tebing laut sebagai pesisir. Lihat, apakah Anda bisa melihat kota Katsuura—disitulah Anda akan beristirahat malam ini.

25 Nachisan

Sekali lagi, jalan setapak menukik turun, kali ini mengarah ke pusat spiritual kota Nachisan. Susurilah jalan setapak ini dan turunilah undakan tangga batu, di mana Anda akan disambut oleh dewa—yakni Air Terjun Nachi yang didewakan, dengan hempasan airnya yang menggelegar; serta Kuil Seiganto-ji berwarna merah vermiliun cemerlang yang berdiri di hadapan Air Terjun Nachi. Dari halte bus Nachi-no-Taki-mae—yang sangat memudahkan Anda karena berlokasi di dekat air terjun—Anda dapat naik bus dalam kota ke Kii-Katsuura.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

26 Bermalam di Katsuura

Kota memancing kuno Katsuura terkenal oleh sumber-sumber air panasnya yang menawarkan kesempatan untuk melepas penat setelah petualangan spiritual Anda. Sejumlah hotel besar dilengkapi sumber air panas yang terletak di lokasi alami nan unik, berikut juga pesanggrahan dan wisma yang lebih kecil.

Entah anda berencana untuk menjelajahi wilayah lain di Prefektur Wakayama ataupun melanjutkan ke tujuan yang lebih jauh, kereta Express Kuroshio berhenti di Kii-Katsuura, dan melintas menuju ke Kii-Tanabe, dan Bandara Shirahama—bandara tersebut menyediakan layanan penerbangan harian menuju Tokyo. Memungkinkan juga bagi Anda untuk pergi ke arah utara menuju Osaka dan Kyoto dengan menggunakan kereta Express Kuroshio ini.