Agenda

Kumano: Tanah Para Dewa

Telusuri jejak para peziarah yang berumur ratusan abad

Kumano Hongu Taisha Grand Shrine

Ke Bawah

Wilayah Kumano terkenal sebagai daerah tujuan untuk mengikuti jalur para peziarah dari dahulu kala, menginjakkan kaki di jantung spiritual Jepang. Rute peziarahan Warisan Budaya Kumano Kodo memungkinkan Anda untuk menjelajahi keindahan yang agung dan atmosfer mistis dari pegunungan Kii. Para peziarah dahulu dan sekarang berjalan mengikuti jalur ini untuk mencapai kuil-kuil Kumano Sanzan--tiga kuil tersakral di Jepang. Mengunjungi ketiganya dipercaya dapat membawa keberuntungan untuk kehidupan masa lalu, kini, dan masa depan Anda. Berabad-abad lalu, perjalanan ini biasanya memakan waktu beberapa minggu; namun panduan ini akan memperkenalkan kepada Anda tempat-tempat yang wajib dikunjungi hanya dalam 3 hari. Dari tempat pembuatan kertas sampai ke tempat penuh daya kehidupan, dari kunjungan ke pagoda sampai tempat panjatan doa, perjalanan ke Kumano memang penuh dengan pengalaman-pengalaman unik.

Stasiun Kii-Tanabe adalah pusat dari bus-bus yang menuju ke Kuil Kumano Hongu Taisha. Naiklah bus yang berangkat pukul 08.00 untuk dapat mencapai Hongu Taisha-mae pada 09.35. Jika memulai hari Anda dari Shirahama, naiklah bus pada pukul 07.26 yang berangkat dari Pusat Bus Shirahama.

Layanan bus dari Pusat Bus Shirahama ke Kuil Kumano Hongu Taisha terbatas. Bus-bus yang mengarah ke Kumano Hongu Taisha hanya berangkat dua kali setiap hari : 07.26 dan 09.41.

1 Pusat Warisan Budaya Kumano Hongu

Fasilitas informatif yang mengesankan ini berada di seberang jalan dari halte bus Hongu Taisha-mae. Di samping dari informasi sejarah yang lengkap dari Kumano Hongu Taisha, panel-panel penjelasan dan video berdurasi 20 menit memberikan ringkasan yang mendetil, mulai dari jalur Kumano Kodo, ketiga kuil Sanzan, sampai informasi tentang komplek kuil Koyasan. Pegawai di pusat informasi ini dapat berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang, dan dapat memberikan rekomendasi aktivitas di wilayah tersebut. Loker-loker berkoin terletak tidak jauh dari Pusat Warisan Budaya di luar toko cinderamata Karasuya. Simpanlah barang bawaan Anda di sana untuk dapat menikmati hari tanpa beban tambahan.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

Jika semua loker berkoin terpakai, barang bawaan dapat dititipkan ke pegawai toko.

2 Kertas Kumano Washi Otonashi

Hanya berjarak pendek dari Pusat Warisan Budaya, lokakarya pembuatan kertas ini menawarkan kesempatan agar Anda dapat membuat washi tradisional Anda sendiri. Untuk mendapatkan memento yang lain daripada yang lain, saat Anda mengunjungi ketiga Kuil Kumano, Anda bisa meminta washi Anda untuk distempel dengan bermacam stempel dekoratif (sedikit biaya akan dikenakan untuk stempel-stempel goshuin di tiap-tiap kuil). Pusat Warisan Budaya Kumano Hongu menyediakan informasi tentang lokakarya ini, dan dapat membantu Anda membuat reservasi yang diperlukan, kecuali pada hari Sabtu saat di mana kunjungan langsung diperbolehkan.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

Belilah kudapan di toko terdekat untuk bekal makan siang dalam perjalanan, dan naikilah bus pada pukul 12.00 siang dari Hongu Taisha-mae ke Hosshinmon-oji.

3 Rute Kumano Kodo Nakahechi

Ikuti jejak para peziarah dan tapaki Kumano Kodo. Bagian dengan pemandangan indah di rute Nakahechi dari Hosshinmon-oji ke Kuil Kumano Hongu Taisha merupakan perjalanan 6,9 kilometer yang menyenangkan, dan salah satu rute terpopuler. Ini adalah jalur yang cukup mudah untuk dilalui, perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam, dan sudah termasuk waktu untuk beristirahat.

4 Kuil Kumano Hongu Taisha

Rumah dari Izanagi-Okami--dewa yang menurut ceritera menciptakan pulau-pulau Jepang--dan merupakan pusat bagi lebih dari 3.000 kuil Kumano selama berabad-abad; Kuil Kumano Hongu Taisha ini menyandang status yang sangat terhormat di antara orang Jepang. Ini adalah tempat yang ideal untuk mendapatkan stempel goshuin pertama Anda. Anda mungkin juga tertarik untuk memanjatkan doa di sini; karena dipercaya bahwa akan membawa hal baik dan keberuntungan di kehidupan selanjutnya.

Setelah seharian berjalan kaki, naiklah bus pukul 16.45 dari Hongu Taisha-mae antara ke Onsen Yunomine atau Kawayu. Onsen-onsen sumber air panas ini berjarak sangat dekat.

5a Onsen Yunomine

Kebiasaan warga setempat yang patut dicoba: Merebus telur di air panas bersuhu 90°C di dukuh sumber air panas ini. Telur-telur tersedia di toko-toko setempat di seberang jembatan dari halte bus. Ada tempat khusus untuk merebus telur di bawah jembatan. Saat berada di Yunomine, jangan lupa untuk berendam di pemandian penyandang status Warisan Budaya, Tsubo-yu.

5b Onsen Kawayu

Tidak pernah bermandi air panas di dalam sungai? Cobalah di Onsen Kawayu. Saat bulan-bulan musim dingin, pemandian air panas besar di sungai ini terbuka untuk pengunjung. Meski diatur berdasarkan musim, air panas geotermal mengalir dari palung sepanjang tahun. Pondokan di daerah tersebut biasanya menyediakan peminjaman sekop kepada para pengunjung, jadi Anda dapat menggali lubang lebih dalam di palung dan membuat pemandian Anda tersendiri. Tidak seperti kebanyakan sumber air panas Jepang, pemandian di palung ini adalah pemandian campur. Tidak ada pemandian terpisah untuk pria dan wanita.

Bawalah pakaian renang Anda jika anda tidak ingin berendam di sungai tanpa pakaian. Lokasi ini adalah pemandian campur.

6 Bermalam di Dukuh Sumber Air Panas

Wilayah Hongu memiliki tiga dukuh sumber air panas dengan daya tarik tersendiri: Onsen Yunomine, Kawayu, dan Wataze. Masing-masing memilki karakteristik yang unik, namun ketiganya memiliki kesamaan yakni air panasnya yang menyegarkan dan tingkat keramahan orang Jepang yang tinggi. Jika anda dapat menginap lebih dari 1 malam di area ini, cobalah kunjungi sumber-sumber air panas tersebut satu persatu.

Hari ke-2 akan membawa Anda ke area Nachisan dan kuil kedua Kumano Sanzan, yaitu Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha. Untuk dapat mencapainya, naiki bus yang mengarah ke Stasiun Shingu yang berangkat dari Hongu Taisha-mae pada pukul 08.40. Bus ini juga mengangkut penumpang dari pemberhentian Onsen Yunomine, Kawayu, dan Watarase. Turunlah di Gongen-mae, halte sebelum Stasiun Shingu, dan naiki bus yang berangkat pukul 10.04 ke Stasiun Nachi. Dari sana, lanjutkan perjalanan anda dengan layanan bus yang menuju Nachisan pada pukul 10.33. Turun di Daimonzaka Chusajo-mae.

Tersedia pula Tur dengan menggunakan taksi dari antara Shingu atau Katsuura ke Nachisan. Tur ini dapat direservasi di dalam Stasiun Shingu dengan Pusat Informasi Wisatawan Kota Shingu. Tur-turnya dimulai dengan harga ¥10.000 dan berkisar selama 90 menit sampai 2 jam.

7 Lereng Daimon-zaka

Bagian dari jalur Kumano Kodo, jalur ke Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha ini terdiri dari bentangan batu besar sepanjang 600 meter, dan mempunyai daya tariknya tersendiri. Untuk pengalaman yang lebih unik, singgahlah di kedai the Daimonzaka-jaya yang dekat dari permulaan jalan berbatu. Di sana Anda dapat mencoba Berkostum a la Periode Heian.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

8 Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha

Pulihkan semangat anda dengan mencicipi makanan ringan yang tersedia di restoran-restoran bawah tangga di perjalanan menuju kuil. Sesudah tenaga kembali terisi, tanjakilah anak tangga dan benamkan diri Anda di dalam atmosfer mistis kuil tersebut. Selagi Anda menuju ke atas, jangan lupa untuk berbalik dan menikmati pemandangan pegunungan Kii yang mengesankan.

9 Kuil Seiganto-ji

Terletak bersebelahan dengan Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha, Kuil Nachisan Seiganto-ji adalah lokasi terbaik untuk memotret sisi Air Terjun Nachi bak gambar kartu pos. Dengan susunan pagoda bertingkat tiga yang khas sebagai latar depan dan air terjun di latar belakang, pemandangan ini seakan dirancang untuk pengambilan gambar yang akan dimuat di buku panduan perjalanan.

10 Nachi-no-Taki (Air Terjun Nachi)

Berdirilah penuh kekaguman di air terjun tertinggi nan riam di Jepang, yang juga dipercaya sebagai rumah dari Hiryu Gongen--satu dari tiga dewa-dewa di kuil-kuil Kumano Sanzan. Dewa yang satu ini konon memiliki kuasa atas siklus reinkarnasi, manjadikan air terjun ini sebagai tempat yang ideal untuk merenungkan perwujudan anda di kehidupan yang sebelumnya. Nachi-no-Taki secara nasional dikenal sebagai tempat penuh daya kehidupan; resapi energi yang ada di area ini dan pulanglah dengan jiwa yang diperbaharui.

Bus-bus dari Nachisan beroperasi kira-kira satu kali setiap jam hingga matahari terbenam. Setelah menikmati air terjunnya, naikilah salah satu bus sore hari ke Katsuura dari halte Nachi-no-Taki-mae. Bus terakhir berangkat pukul 17.41.

11 Onsen Katsuura

Adakah cara yang lebih baik untuk mengakhiri acara jalan-jalan seharian selain berendam di permandian air panas sebelum makan malam? Untungnya, Katsuura adalah salah satu resor pesisir pantai di Wakayama yang menawarkan opsi tersebut. Berbeda dengan Shirahama, Katsuura memilki aura yang lebih terpencil dan sederhana. Pilihlah satu dari deretan hotel bersumber air panas yang di daerah ini.

Lengkapi peziarahan Kumano Sanzan Anda dengan kunjungan ke Kuil Shinto Kumano Hayatama Taisha dan penerusnya, Kamikura Shrine. Bus-bus beroperasi setiap sekitar 30 menit antara stasiun kereta Katsuura dan Shingu. Jika naik bus, turunlah di halte Gongen-mae--yang berjarak dekat saja dari Kuil Kumano Hayatama Taisha. Atau, naiklah kereta ke Stasiun Shingu dan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik taksi.

12 Kuil Kumano Hayatama Taisha

Kunjungi kuil ketiga dan terakhir dari trio Sanzan untuk melengkapi peziarahan Kumano Anda. Hal pertama yang akan Anda kagumi adalah betapa menonjolnya bangunan-bangunan berwarna merah tua ini disandingkan dengan latar belakang alami. Hal yang kedua, kemungkinan besar adalah pohon jarum raksasa yang berdiri di tanah kuil. Pohon ini diperkirakan berumur 800 tahun, dan dirujuk sebagai pohon yang sakral. Mengucapkan doa di area sakral dari Kuil Kumano Hayatama Taisha ini dikatakan dapat membawa keberuntungan di hidup ini.

13 Kamikura Shrine

Dengan jarak yang relatif dekat dari Kumano Hayatama Taisha, kuil ini adalah lokasi awal dari kuil utama. Penanjakan melalui 538 anak tangga yang curam yang menuju ke Kamikura Jinja menghadiahi para pengunjungnya dengan sebuah pemandangan dari Gotobiki-iwa--sebuah batu besar yang bertengger dengan tegak di sisi Gunung Kamikurayama. Menurut legenda, batu ini adalah tempat di mana ketiga dewa utama dalam ajaran tentang penciptaan agama Shinto Jepang turun ke bumi dari langit. Kamikura-jinja juga merupakan panggung utama dari festival api Shingu yang termahsyur, Oto-matsuri. Saat Anda berjalan turun, bayangkan riuhnya suasana saat hampir 2.000 orang laki-laki berjalan menuruni anak tangga membawa obor-obor menyala.

Setelah menunaikan ziarah Kumano Sanzan dari daftar perjalanan Anda, mungkin Anda ingin menelusuri lokasi-lokasi lainnya. Untuk perjalanan selanjutnya ke Kota Wakayama dan Osaka, naikilah kereta cepat Kuroshio dari Stasiun Shingu; untuk perjalanan ke Tokyo, pilihan lain yang hemat waktu daripada perjalanan dengan kereta adalah dengan terbang dari Bandara Nanki Shirahama; untuk perjalanan menuju Nagoya atau Ise, gunakanlah kereta cepat Wideview Nanki.

Jika anda dapat meluangkan waktu lebih banyak di area ini, pertimbangkanlah kegiatan-kegiatan berikut:

13a Tur

Menginap semalam di Shingu yang dilanjutkan dengan perjalanan ke Tebing Doro-kyo untuk menelusuri area pedalaman dengan kapal pesiar kecil. Atau, ikutilah perjalanan di sekeliling kumpulan bebatuan Ki-no-Matsushima dan pulau-pulau kecil di sekitar pesisir Katsuura. Perjalanan menonton ikan paus juga tersedia dari akhir bulan Maret hingga September.

13b Arung Jeram

Menginaplah semalam di Kota Kumano dan habiskan keesokan harinya berarung jeram di sungai Kitayamagawa.