Agenda

Koyasan: Buddhisme & Keindahan di Pegunungan

Peristirahatan yang menenangkan di atas Gunung Koyasan, pusat dari Buddhisme Shingon.

Ke Bawah

Koyasan adalah salah satu komplek kuil terpenting di Jepang. Komplek monastik Warisan Budaya yang terdiri dari 117 kuil ini didedikasikan untuk pembelajaran dan praktek Buddhisme eksoterik: ajaran Shingon dulu diperkenalkan di Jepang oleh seorang biksu bernama Kukai (yang setelah wafat dikenal sebagai Kobo Daishi). Kobo Daishi mulai mengajarkan Buddhisme Shingon di Jepang pada 806 SM, setelah kembali dari Dinasti Tang di Cina; 10 tahun setelahnya ia diberikan izin oleh Pengadilan Kerajaan untuk mendirikan komplek terpencil di pegunungan yang kini adalah Koyasan. Area-area tersuci di dalam komplek kuil ini adalah Danjo Garan dan Okuno-in. Danjo Garan menandakan tempat di mana kuil pertama didirikan oleh Kobo Daishi. Di timur Danjo Garan ada Okuno-in, tempat di mana Kobo Daishi konon berada dalam tahap meditasi eternal, dan tempat di mana makamnya (Kobo Daishi Gobyo) terletak. 52 dari 117 kuil di area ini menerima pengunjung untuk bermalam di shukubo. Koyasan adalah tempat yang menakjubkan untuk berkontemplasi dan mencari ketenangan dari hidup sehari-hari. Dengan 1.200 tahun sejarah dan keindahan alami, Koyasan menanti Anda untuk masuk dalam dekapannya yang tenang.

Dari Kota Wakayama, naiklah kereta Jalur JR Wakayama yang menuju ke Nara dan turun di Hashimoto. Di sana, bergantilah menaiki kereta ke Gokurakubashi, di mana kereta listrik akan mengantarkan Anda ke tujuan akhir di Stasiun Koyasan--867 meter di atas permukaan laut. Beranjak dari Wakayama pukul 09.04 akan mengantarkan Anda ke stasiun kereta listrik Koyasan pada 11.07.

Dengan suhu rata-rata 11ºC, disarankan untuk memakai baju hangat untuk iklim pegunungan. Wilayah pegunungan di Wakayama mendapat curah hujan paling tinggi, jadi jas hujan pasti akan berguna.

2 jam 3 mins ~

Koyasan juga dapat dicapai dengan layanan cepat ke Gokurakubashi dari Stasiun Namba Osaka. Jika memilih rute ini, anda dapat membeli paket tiket Nankai Koyasan World Heritage --biaya pulang-pergi yang termasuk kartu akses bus untuk 2 hari dan kupon uang untuk digunakan di Koyasan.

Untuk menjadikan Koyasan sebagai jalur masuk Anda setelah mendarat di Bandara internasional Kansai, manfaatkanlah layanan bus harian yang berangkat pada pukul 10.10. Bus ini sampai di Koyasan pada 11.55, dan pemesanan dapat dilakukan secara online.

Meskipun kebanyakan tempat di Koyasan berada dalam jarak dekat, jaringan bus yang nyaman juga tersedia. Jika Anda memutuskan untuk mengandalkan bus, pastikan Anda membeli kartu akses 1 hari di halte bus di luar Stasiun Koyasan.

Untuk sentuhan yang lebih personal, mencobalah tur berpemandu. Hubungi Pusat Informasi Pengunjung Koyasan untuk mengatur program khusus, atau ambil bagian dalam satu dari tiga tur berjalan kaki setiap hari Rabu, diadakan tiap minggu antara bulan April dan Oktober. Kantor pusat ini memiliki jam buka yang tidak menentu, jadi pastikan mengecek laman mereka untuk informasi lebih lanjut.

1 Asosiasi Shukubo Koyasan (Kantor Pusat)

Untuk sampai ke tempat ini, naiklah salah satu bus dari Stasiun Koyasan dan turunlah di pemberhentian Senjuin-bashi. Asosiasi Shukubo Koyasan melayani reservasi akomodasi di kuil (shukubo), makan siang shojin-ryori, dan pengalaman-pengalaman Buddhis Koyasan lainnya sepertei meditasi Ajikan. Fasilitas yang berguna diantara lain: loker berkoin untuk menyimpan koper, peminjaman sepeda dan petunjuk audio. Petunjuk audio harganya adalah ¥500, dan memberikan penjelasan yang berguna akan hal-hal penting di Koyasan dan tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Cina, Korea, dan Jepang.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

2 Makan Siang

Ada bermacam variasi pilihan makan siang di sekitar Senjuin-bashi, dan di sepanjang jalan yang menghubungkan Okuno-in dan Komplek Danjo Garan. Banyak restoran memiliki menu berbahasa Inggris dan memajang replika menu yang terbuat dari plastik. Cicipi makanan khas Koyasan: koya dofu (tahu kering yang didinginkan) dan goma dofu (tahu wijen).

Tidak sempat bermalam di shukubo? Mintalah kepada Asosiasi Shukubo untuk memesan makan siang shojin-ryori untuk Anda di salah satu kuilnya. Makan siang vegan a la Buddhis mulai dari harga ¥3.000 per orang.

OR  

3 Danjo Garan

Komplek Danjo Garan adalah satu dari dua wilayah tersakral di Koyasan. Di tempat inilah biksu Kobo Daishi memulai pembangunan dari komplek monastik di atas Koyasan pada 816 SM. Berjalanlah menyusuri komplek ini untuk menikmati berbagai pemandangannya, namun jangan lewatkan kesempatan untuk memasuki pagoda setinggi 48,5 meter bergaya tahoto, Konpon Daito. Di dalamnya terdapat patung-patung dan gambar-gambar Buddha, juga mandala Buddha 3 dimensi yang langka--sebuah gambar simbolik dari alam semesta. Tiket masuk ke Konpon Daito adalah seharga ¥200.

Tiket kombo yang meliputi biaya masuk ke berbagai tempat termasuk Konpon Daito tersedia di Kantor Asosiasi Shukubo Koyasan seharga ¥1.500.

Satu rincian yang biasanya terlupakan tetapi baik untuk diketahui adalah adanya urutan yang direkomendasikan untuk mengunjungi berbagai situs kuil, yang mungkin saja ingin Anda ikuti.

4 Museum Reihokan

Saksikan karya-karya seni paling berharga Koyasan dari jarak dekat. Dibangun pada tahun 1921, museum ini menjadi rumah bagi banyak sekali karya seni yang termasuk di dalamnya patung-patung Buddha, gulungan hiasan gantung, dan mandala. Terletak di seberang Danjo Garan, tempat ini juga merupakan pilihan berteduh ideal saat hujan turun. Tanpa tiket kombo, biaya masuk reguler adalah ¥600.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

5 Kuil Kongobu-ji

Zaman dahulu kala, keseluruhan wilayah Koyasan dinamakan Kongobu-ji. Namun, sejak 1869, sebutan Kongobu-ji hanya merujuk kepada kuil yang berdiri di lokasi awal kuil Kozanji dan Seiganji: kedua kuil dipindahkan untuk menciptakan satu kuil besar yang berfungsi sebagai kuil pusat untuk keperluan administratif Buddhisme Shingon Koyasan. Di sini Anda dapat memandangi Banryutei--taman batu terbesar di Jepang. Ukuran batu granitnya menggambarkan sepasang naga yang mencuat dari lautan awan. Pintu gesernya (fusuma) yang berada di dalam kuil tidak dapat anda lewatkan: didekorasi dengan gambar-gambar dari keempat musim dan kisah dari saat Kobo Daishi berada di Cina. Biaya masuk adalah ¥500 dan sudah termasuk semangkuk teh hijau di tempat peristirahatan besar, Shinbetsuden. Pemegang tiket kombo berhak masuk tanpa membayar lagi.

6 Kuil Retret Shukubo

Dari 117 kuil di Koyasan, 52 di antaranya menyediakan penginapan dan shukubo merupakan cara untuk bermalam di wilayah ini. Kuil-kuil ini menyediakan shojin-ryori, hidangan vegan yang disiapkan selaras dengan ajaran Buddha, dan mempersilakan para tamu untuk ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan kuil seperti meditasi, ibadah pagi, dan ritual-ritual lainnya. Check-in lebih awal untuk dapat menikmati pengalaman menginap di kuil yang menyeluruh.

Beberapa dari kuil ini memasang tanda-tanda multi-bahasa dan memiliki biksu-biksu yang dapat berbicara bahasa asing. Sangat disarankan untuk menghubungi Asosiasi Shukubo Koyasan untuk menemukan kuil yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Disarankan untuk melakukan reservasi. Pembayaran yang diterima bisanya hanya dalam bentuk tunai.

7 Tur Malam Okuno-in

Tinggalkan dunia fana dan ikutilah Tur Malam Okuno-in dari kuil Ekoin. Saat malam tiba, seorang biksu muda akan mengantar Anda menelusuri tanah suci Okuno-in yang diterangi oleh lampion. Di sini Anda akan menemukan lebih dari 200.000 monumen dan makam-makam penguasa feodal. Sang pemandu muda akan menceriterakan kisah-kisah serta rahasia Okuno-in, sambil juga memperkenalkan ajaran Kobo Daishi. Tur harian ini dilaksanakan dalam bahasa Inggris, berangkat dari Ekoin pukul 07.15. Biayanya adalah ¥1.500 dan pemesanan dapat dilakukan melalui Asosiasi Shukubo Koyasan atau langsung di Ekoin.

Sebuah prosesi lampion khusus melalui Okuinon diadakan tanggal 20 setiap bulannya. Diadakan oleh Asosiasi Shukubo Koyasan, para pengunjung dipinjamkan lampion-lampion dan berjalan bersama sampai ke Torodo (Aula Lampion) di mana ibadah Buddha singkat dalam bahasa Jepang dilangsungkan. Berangkat pada pukul 19.00 dari Kantor Ichinohashi, pemesanan tidak diperlukan dan tidak dipungut biaya. Upacara penuh keberuntungan ini memperingati malam saat Kobo Daishi dikatakan memasuki tahap meditasi eternal.

8 Kobo Daishi Gobyo

Setelah menyaksikan Okuno-in pada malam hari, sangatlah disarankan untuk mengunjungi lansekap penuh misteri ini pada siang hari. Telusuri jalannya sampai mencapai Gobyobashi, jembatan ketiga; tanah tersakral di sini terletak di sisi lain jembatan ini. Saat Anda mendekati tempat suci ini, di tengah-tengah belukar pohon kayu aras yang menjulang tinggi, dan makam-makam yang diselimuti lumut, Anda bahkan dapat merasakan suasana khidmat menentramkan pikiran. Di sini juga terdapat Torodo, sebuah aula pemujaan nan indah, yang didekorasi oleh lampion-lampion sumbangan masyarakat. Ribuan lampion-lampion ini adalah tempat terakhir untuk dilihat sebelum menuju ke belakang aula ke Kobo Daishi Gobyo, sebuah makam dan tempat meditasi eternal dari sang biksu penemu ajaran Buddhisme Shingon. Sebagai penutup masa tinggal di Koyasan, para pengunjung dapat memberi hormat kepada Kobo Daishi dan berdoa untuk kedamaian dunia.

Lihat di Peta
Lihat di Peta

Karena perjalanan pulang ke Kota Wakayama dan Osaka akan memakan waktu sekitar 2 jam, bersiaplah untuk meninggalkan Koyasan sejenak setelah jam makan siang. Jika Anda mencari cinderamata khas Koyasan, kunjungilah toko cinderamata yang terdapat di perkotaan. Benda-benda yang tersedia mulai dari barang kerajinan tangan, makanan khas sampai tasbih (juzu) dan perlengkapan Buddha lainnya.